Lensa Muda berkomitmen menyajikan pengetahuan berbasis penelitian yang akurat, jujur, dapat ditelusuri sumbernya, mudah dipahami, dan aman bagi anak serta remaja. Kebijakan ini berlaku bagi penulis, editor, penelaah substansi, mentor, penelaah muda, serta pihak lain yang terlibat dalam penerbitan.
Kebijakan ini mengadaptasi prinsip-prinsip COPE (Committee on Publication Ethics), terutama integritas karya, kepengarangan, penelaahan, konflik kepentingan, pengawasan etik, penanganan dugaan pelanggaran, serta koreksi setelah terbit. Ketentuan perlindungan anak mengacu pada prinsip etik penelitian yang menempatkan keselamatan, persetujuan yang bermakna, dan privasi anak sebagai prioritas. Pengadaptasian pedoman COPE tidak berarti Lensa Muda merupakan anggota atau memperoleh akreditasi COPE.
1. Cakupan dan Tanggung Jawab Editorial
Lensa Muda menerbitkan artikel pengetahuan untuk pembaca usia 8–11 tahun dan 12–17 tahun, termasuk karya yang menjelaskan, merangkum, atau mengadaptasi hasil penelitian. Setiap naskah harus sesuai dengan rubrik dan jenis artikel yang ditetapkan, disertai informasi sumber yang cukup untuk memeriksa klaim utamanya.
Penulis bertanggung jawab atas ketepatan isi dan izin penggunaan materi. Penelaah substansi menilai ketepatan ilmiah sesuai bidang kompetensinya. Penelaah muda membantu mengevaluasi keterbacaan dengan pendampingan mentor. Keputusan akhir menerima, merevisi, menolak, atau menarik artikel merupakan kewenangan redaksi, bukan penulis, sponsor, atau penelaah muda.
2. Keaslian Naskah, Plagiarisme, dan Integritas Sumber
Naskah harus ditulis secara orisinal dan menyebutkan sumber gagasan, data, kutipan, ilustrasi, serta hasil penelitian yang digunakan. Plagiarisme meliputi pengambilan kata atau ide pihak lain tanpa pengakuan. Penggunaan kembali tulisan sendiri tanpa pemberitahuan yang memadai, duplikasi publikasi, dan penyajian ulang hasil orang lain seolah-olah hasil baru juga tidak diperkenankan.
Dalam artikel jenis Dari Penelitian, penulis harus menjelaskan penelitian asal, mencantumkan referensi atau tautan publikasi asal jika tersedia, dan membedakan temuan penelitian dari interpretasi populer maupun contoh tambahan. Penyederhanaan bahasa tidak boleh mengubah arti, besaran, keterbatasan, atau tingkat kepastian temuan.
Fabrikasi data, manipulasi gambar atau hasil, pengutipan yang menyesatkan, serta referensi yang tidak dapat diverifikasi merupakan alasan untuk meminta revisi, menolak, atau menindaklanjuti artikel yang sudah terbit.
3. Kepengarangan, Kontribusi, dan Penggunaan Kecerdasan Buatan
Nama penulis diberikan kepada individu yang memberikan kontribusi substantif terhadap penulisan dan bersedia bertanggung jawab atas isi akhir. Kontributor lainnya, termasuk penyunting bahasa, pembimbing, ilustrator, atau penyedia bantuan teknis, perlu disebutkan secara proporsional sesuai kontribusinya. Perubahan daftar penulis harus dijelaskan dan memperoleh persetujuan pihak yang terkait.
Penggunaan AI generatif untuk menyusun, mengubah, meringkas teks, membuat gambar, menerjemahkan, atau membantu analisis harus diungkapkan kepada redaksi, termasuk alat yang digunakan dan bagian pekerjaan yang dibantu. AI tidak dapat dicantumkan sebagai penulis. Penulis manusia tetap bertanggung jawab memeriksa fakta, referensi, orisinalitas, bias, dan kesesuaian dengan pembaca muda.
Data pribadi atau naskah rahasia peserta penelitian, terutama anak, tidak boleh dimasukkan ke layanan AI eksternal tanpa dasar yang sah, izin yang sesuai, dan perlindungan data yang memadai. Gambar AI tidak boleh disajikan sebagai foto dokumenter atau bukti penelitian yang benar-benar terjadi.
4. Konflik Kepentingan dan Sumber Pendanaan
Penulis wajib mengungkapkan dukungan dana, sponsor, bantuan barang atau jasa, hubungan profesional atau keluarga, dan kepentingan lain yang secara wajar dapat memengaruhi isi atau penafsiran artikel. Jika tidak terdapat pendanaan, penulis menyatakannya secara terbuka.
Editor, mentor, dan penelaah substansi harus mengungkapkan konflik kepentingan sebelum terlibat dalam penilaian. Pihak dengan konflik yang signifikan tidak menangani penilaian atau keputusan naskah terkait. Biaya, sponsor, promosi, maupun hubungan dengan penerbit tidak boleh menentukan keputusan editorial.
5. Penilaian Editorial dan Penelaahan
Setiap naskah menjalani pemeriksaan awal terhadap cakupan, sumber, kesesuaian usia, kualitas bahasa, orisinalitas, dan risiko etik. Naskah yang memerlukan verifikasi substansi diteruskan kepada penelaah atau ahli yang relevan. Evaluasi keterbacaan oleh penelaah muda dapat dilakukan dengan pendampingan mentor ketika tepat dan aman.
Proses ini tidak otomatis identik dengan peer review jurnal akademik. Jika suatu artikel melalui penelaahan ahli eksternal, informasi tersebut dapat dinyatakan sesuai proses yang benar-benar ditempuh. Jika hanya melalui penilaian editorial dan keterbacaan, artikel tidak boleh diberi keterangan menyesatkan seolah-olah telah menjalani penelaahan sejawat akademik.
Seluruh pihak yang mengakses naskah belum terbit harus menjaga kerahasiaan materi, menghormati hak penulis, dan tidak menggunakan data atau ide untuk keuntungan pribadi. Rincian tahapan dapat dibaca pada Proses Penelaahan dan Penilaian Editorial.
6. Etika Penelitian yang Melibatkan Manusia dan Perlindungan Anak
Penelitian yang melibatkan manusia, terutama anak, wajib dilakukan dengan menghormati martabat, keselamatan, privasi, hak untuk menolak, dan kepentingan terbaik partisipan. Penulis harus menjelaskan bagaimana persetujuan penelitian diperoleh dan apakah diperlukan serta diperoleh persetujuan komite etik, atau dasar pengecualian yang dapat dipertanggungjawabkan. Klaim pengecualian etik tidak boleh dibuat sepihak tanpa dasar yang sah ketika persetujuan atau penetapan etik disyaratkan.
Persetujuan orang tua/wali dan persetujuan anak
Apabila peserta adalah anak, peneliti harus memenuhi persyaratan informed consent orang tua atau wali yang sah sesuai konteks penelitian dan ketentuan yang berlaku. Anak juga perlu diberikan penjelasan sesuai usia dan kemampuannya serta dimintai persetujuan atau kesediaannya (assent) apabila relevan. Persetujuan orang tua/wali tidak menghapus kewajiban menghormati penolakan atau ketidaknyamanan anak. Partisipasi harus sukarela dan tidak boleh dipaksakan melalui relasi guru, orang tua, peneliti, atau pihak lain.
Persetujuan untuk publikasi berbeda dari persetujuan penelitian
Persetujuan mengikuti penelitian tidak dengan sendirinya menjadi izin menampilkan identitas, foto, rekaman suara, kutipan yang mudah dikenali, atau informasi pribadi dalam artikel populer. Apabila publikasi berpotensi mengungkap identitas seseorang, penulis wajib memastikan dasar persetujuan publikasi yang khusus dan memadai, termasuk persetujuan orang tua/wali serta keterlibatan anak sesuai tingkat kematangannya bila diperlukan.
Perlindungan identitas dan informasi sensitif
Nama lengkap anak, alamat rumah atau sekolah yang memungkinkan pelacakan, data kesehatan, disabilitas, pengalaman traumatis, riwayat kekerasan, rekaman suara, gambar wajah, lokasi, maupun kombinasi rincian yang dapat mengidentifikasi anak tidak dipublikasikan tanpa dasar izin yang sah, kepentingan editorial yang jelas, dan penilaian risiko terhadap anak. Bila memungkinkan, gunakan contoh anonim, data agregat, atau ilustrasi nonidentifikatif. Nama samaran saja tidak selalu cukup untuk melindungi identitas.
Untuk topik sensitif, termasuk kekerasan, perundungan, kesehatan mental, atau pengalaman traumatis, redaksi dapat meminta penghilangan detail, penulisan ulang, bukti izin tambahan, atau menolak publikasi sekalipun telah ada persetujuan, apabila risiko bagi anak dinilai tidak sebanding dengan manfaat publikasinya.
Prinsip perlindungan utama: Keterbukaan ilmiah tidak boleh mengorbankan keselamatan anak. Data atau gambar yang telah beredar secara daring bukan berarti bebas diterbitkan kembali. Perlindungan identitas berlaku pula pada arsip, PDF, metadata, dan materi promosi Lensa Muda.
7. Etika Keterlibatan Penelaah Muda dan Mentor
Penelaah muda membantu menilai apakah artikel menarik, dapat dipahami, sesuai usia, dan menimbulkan pertanyaan yang bermanfaat. Keterlibatan ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan ketepatan ilmiah oleh pihak kompeten.
- Keikutsertaan penelaah muda harus sukarela, melalui penjelasan yang sesuai usia, serta persetujuan orang tua/wali apabila diperlukan.
- Mentor bertanggung jawab mendampingi kegiatan, memastikan tugas sesuai perkembangan anak, dan memantau beban kerja serta risiko psikologis.
- Penelaah muda tidak diberi naskah yang memuat kekerasan grafis, data pribadi sensitif, materi traumatis, atau instruksi berbahaya tanpa penilaian dan pengamanan khusus; jika risikonya tinggi, anak tidak dilibatkan.
- Kontak dengan penelaah muda menggunakan saluran yang disetujui dan diawasi secara layak; tidak diwajibkan komunikasi privat langsung dengan penulis.
- Nama, foto, sekolah, komentar, atau identitas penelaah muda tidak dipublikasikan tanpa persetujuan yang sesuai dan penilaian kepentingan terbaik anak. Pengakuan kontribusi dapat menggunakan identitas yang dibatasi.
- Penelaah muda dapat menghentikan partisipasi tanpa konsekuensi yang merugikan.
8. Keselamatan Isi dan Kegiatan untuk Pembaca Muda
Artikel tidak boleh mengajak atau membimbing anak melakukan eksperimen, tantangan, atau tindakan yang secara wajar berisiko menimbulkan cedera, keracunan, kebakaran, sengatan listrik, paparan bahan berbahaya, eksploitasi, atau gangguan keselamatan lainnya. Redaksi dapat menghapus langkah-langkah berbahaya atau menolak naskah yang tidak dapat dibuat aman.
Untuk artikel Coba Selidiki, aktivitas harus sesuai usia, menggunakan bahan dan perlengkapan yang aman, serta menyatakan kebutuhan pendampingan orang dewasa apabila relevan. Kegiatan tidak boleh mengharuskan anak mengunggah lokasi, wajah, data kesehatan, dokumen pribadi, atau informasi tentang teman dan keluarga.
Konten kesehatan, psikologi, hukum, dan keselamatan harus ditulis secara hati-hati, tidak memberi diagnosis personal atau kepastian berlebihan, serta mendorong pembaca mencari bantuan orang dewasa tepercaya atau tenaga profesional ketika dibutuhkan.
9. Transparansi Data, Gambar, dan Privasi
Penulis harus menjelaskan sumber data dan batas interpretasi temuan. Data pendukung dibagikan ketika memungkinkan dan etis; data pribadi, informasi yang dapat mengungkap identitas anak, dan bahan penelitian rahasia tidak boleh dibagikan untuk sekadar memenuhi keterbukaan data. Permintaan akses terhadap data terbatas dinilai berdasarkan izin, peraturan, dan risiko yang berlaku.
Foto, infografik, ilustrasi, dan hasil visualisasi harus diberi keterangan yang benar. Manipulasi yang mengubah makna bukti tidak diperbolehkan. Materi ilustratif atau hasil AI harus dibedakan dari dokumentasi nyata. Informasi yang bisa mengidentifikasi anak harus diperiksa pada seluruh versi artikel, termasuk gambar, nama berkas, deskripsi alternatif, dan dokumen PDF.
10. Hak Cipta, Lisensi, dan Penggunaan Kembali
Penulis harus memiliki hak atau izin yang diperlukan untuk mengirim dan menerbitkan naskah, foto, tabel, grafik, serta bahan pihak ketiga. Artikel yang mengadaptasi penelitian terbit wajib mengakui sumber asli dan mengikuti syarat lisensi atau izin publikasi asal. Hak cipta penelitian asal tidak otomatis berpindah karena karya disederhanakan untuk pembaca muda.
Ketentuan pemegang hak cipta dan lisensi untuk masing-masing artikel dinyatakan pada halaman artikel serta versi PDF bila tersedia. Informasi lebih lanjut dapat dibaca pada halaman Hak Cipta dan Lisensi dan Akses.
11. Koreksi, Pernyataan Perhatian, dan Pencabutan Artikel
Jika ditemukan kesalahan setelah publikasi, redaksi menilai dampaknya terhadap pemahaman pembaca, kesimpulan, dan keselamatan. Kekeliruan yang tidak mengubah substansi dapat diperbaiki dengan catatan pembaruan bila relevan. Kesalahan substansial memerlukan pengumuman koreksi yang menjelaskan bagian yang berubah.
Jika reliabilitas artikel sedang dipersoalkan secara serius dan pemeriksaan belum selesai, redaksi dapat memasang pernyataan perhatian (expression of concern). Artikel dapat dicabut (retraction) jika bukti menunjukkan masalah mendasar pada keandalan, keaslian, atau kelayakan etisnya. Alasan serta status perubahan dicatat secara jelas; tujuan tindakan adalah memperbaiki rekam publikasi, bukan semata-mata menghukum penulis.
Jika artikel membahayakan privasi atau keselamatan anak, redaksi dapat segera membatasi akses terhadap bagian sensitif selama pemeriksaan berlangsung. Tindakan ini tetap memerlukan dokumentasi internal dan penjelasan publik yang proporsional tanpa mengungkap identitas korban.
12. Penanganan Dugaan Pelanggaran
Laporan mengenai plagiarisme, data palsu, atribusi tidak benar, konflik kepentingan yang disembunyikan, pelanggaran persetujuan, atau ancaman terhadap keselamatan anak ditangani secara serius, baik sebelum maupun setelah artikel diterbitkan. Laporan dapat disampaikan oleh penulis, pembaca, penelaah, narasumber, ataupun pihak yang mengajukan kekhawatiran dengan itikad baik.
- Penerimaan dan pencatatan: redaksi mencatat pokok laporan, artikel terkait, serta kebutuhan perlindungan informasi pelapor dan pihak terdampak.
- Penilaian awal: redaksi menilai tingkat risiko, termasuk apakah perlu segera menyembunyikan data atau gambar anak.
- Pengumpulan penjelasan: penulis dan pihak terkait diberi kesempatan menjawab secara adil dengan tetap menjaga kerahasiaan yang diperlukan.
- Keputusan: redaksi menentukan perbaikan, penolakan, koreksi, pencabutan, atau langkah lain yang proporsional; bila relevan berkoordinasi dengan lembaga penelitian atau pihak berwenang.
- Pencatatan hasil: keputusan dan tindak lanjut didokumentasikan, dan pengumuman publik dibuat bila diperlukan tanpa meningkatkan risiko terhadap anak.
Laporan mengenai dugaan bahaya langsung pada anak diutamakan penanganan keselamatannya dan tidak ditunda hanya demi prosedur editorial biasa.
13. Pengaduan, Keberatan, dan Banding
Penulis dapat mengajukan banding terhadap keputusan atau proses editorial dengan menyertakan alasan dan bukti yang relevan. Pembaca maupun pihak terdampak dapat menyampaikan pengaduan mengenai akurasi, etika, dan pelaksanaan kebijakan. Pengaduan terhadap editor atau pengelola harus diperiksa oleh pihak yang tidak memiliki konflik kepentingan terhadap perkara tersebut.
Saluran komunikasi tersedia melalui halaman Kontak Redaksi. Agar dapat ditindaklanjuti, laporan sebaiknya memuat tautan artikel, uraian masalah, bukti yang aman untuk dibagikan, dan cara menghubungi pelapor. Jangan mengirim data sensitif anak melalui kolom komentar publik. Redaksi tidak menjanjikan hasil banding tertentu dan tidak membalas pelapor dengan tindakan merugikan karena pelaporan beritikad baik.
14. Rujukan Kebijakan dan Peninjauan Berkala
Kebijakan ini disusun dengan mengadaptasi sumber-sumber etik yang relevan untuk karakter Lensa Muda. Jika ada perubahan pedoman atau kebutuhan perlindungan pembaca, redaksi dapat memperbarui kebijakan dan mencantumkan tanggal revisi pada halaman publikasinya.
Status dokumen: Draf kebijakan untuk pengesahan redaksi dan penerbit. Publikasikan sebagai kebijakan yang berlaku setelah mekanisme penanganan laporan, izin partisipasi penelaah muda, tanggung jawab editor, dan saluran pengaduan dipastikan siap dilaksanakan.